Semogaku, Untukmu

Kita memang tidak sedekat nadi

Kita juga tidak sedekat detak

Bahkan kita tidak sedekat "aku-kamu"

Tapi, kita sedekat pandangan

Saat kamu memandangku

Dan aku memandangmu

Mata mu begitu teduh

Senyum mu apalagi

Bisakah kita kembali pada awal "hai",

Yang menyapa kita satu sama lain

Iya bukan aku, tapi kamu

Kamu yang memulai sapaan itu

Iya salah ku,

Salahku sudah terbenam dalam sapaan ramah itu

Kini kita berjauhan, sangat berjauhan

Kita tidak mengenal satu sama lain

Dan kita sudah menjadi orang lain

Yang sama hanya,

Kita beratapkan langit yang sama

Memandang bulan di arah yang sama

Kusemogakan semogaku,

Berharap kamu melakukan hal yang sama

Tidak perduli untuk siapa,

Yang pasti kupersembahkan semua takdir "semogaku" kepada-Nya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Kita Berjarak 3 Meter

Aku Rindu Sayang-ku!

Still Into You