Dia, Pemenangku

Tak dapatkah kau dan aku bersatu?

Entah darimana kuharus mengawalinya

Yang pasti hatiku miliknya

Caranya menatapku begitu indah

Caranya memperlakukanku begitu mewah

"Dialah orangnya!" hatiku membisik

Ingin sekali ku menyentuhnya

Merasakan hadirnya

Merasakan hangat sentuhannya

Merasakan belaian lembut tangannya

Tapi, dunia seolah mengalahkanku

Apakah dunia?

Atau, memang waktu yang tak pernah memberikan keramahannya?

Inikah yang dinamakan mengagungkan cinta seorang tuan?

Ya, cinta ini memang tak bertuan

Bahkan aku pun tak merasakan kehadirannya

Bagaimana caranya untuk merasakan?

Bertemu pun hanya dalam angan,

Yaa, angan yang tercipta dari atom-atom kerinduan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Kita Berjarak 3 Meter

Aku Rindu Sayang-ku!

Still Into You