Jingga dan Senja

Haruskah jingga meninggalkan senja?

Padahal jingga sangat ingin menemani senja hingga sang fajar tak terlihat lagi.

Haruskah jingga melupakan senja?

Padahal jingga sangat ingin menghabiskan waktunya dengan senja.

Tapi seolah waktu tak memberikan keramahannya pada jingga dan senja,

Sehingga jingga harus bisa pergi melupakan angannya untuk bisa menghabiskan waktu dengan senja.

Haruskah senja ditemani oleh awan nan abu dan pudar?

Tak bisakah jingga mampir sejenak saja?

Jingga memang tak selalu ada.

Tak setiap petang jingga datang.

Tapi bisakah awan nan abu dan pudar istirahat sejenak?

Karena kehadiran jingga pun tak se-setia awan nan abu dan pudar.

Yang setiap petang selalu menemani senja hingga terbenamnya sang fajar di ufuk barat itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Kita Berjarak 3 Meter

Aku Rindu Sayang-ku!

Still Into You