Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Sudah Melangkah ataukah Hanya Istirahat?

Kini, aku seperti jauh melangkah kedepan Jauh meninggalkan papan namanya Jauh dari semua cerita tentangnya Tak ada lagi kusebut namanya dalam doa Tak ada lagi namanya kuharap dalam hati Tak ada lagi kesempatan untuk bertemu dalam "harap" Aku seperti tidak akan pernah lagi bertemu dengannya Aku seperti lelah karena terlalu kencang mengejarnya Dan sekarang, Aku tertinggal jauh Tapaku sudah mulai luka Semangatku sudah mulai redam Nafasku sangat terengah-engah Karena berhenti untuk mengejarnya Aku sangat butuh sandaran Aku sangat butuh tompangan Aku sangat butuh istirahat Ya, Istirahat dalam sebuah "harap"

Angkat Kepalamu! Move on!

Apa mungkin rasa yang telah mati bisa bangkit kembali? Sekian lama sudah terkubur Sekian lama sudah terlupakan Sekian lama sudah tak teringat Aku tak akan percaya pada hati yang datang dua kali dengan perasaan yang sama Terhadap orang yang sama Rasa itu telah mati Rasa itu telah kandas Rasa itu telah terlupakan Entah kemana perginya Apa benar hanya dengan satu kata "hai" Merusak move on seluruhnya? Kurasa tidak, Itu hanya persepsi bagi mereka yang tak ingin maju Itu hanya harapan bagi mereka yang masih "menyimpan" terlalu lama Terlalu lama menyimpan perasaan itu sendiri Terlalu lama menyimpan tumpukkan rindu dihati Terlalu lama menyimpan rasa "ingin tahu" Terlalu lama menyimpan rasa berkabung dihatinya 'Tentangnya, tentangnya, tentangnya' Mengapa tak kau angkat saja kepalamu? Dan mencoba melangkah maju kedepan? Karena, matamu masih berfungsi untuk melihat dengan benar Kakimu masih utuh untuk berjalan Tanganmu masih sanggup b...

Mengapa?

Terkadang kumenangis melihat sekelilingku Aku melihat, membandingkan, merasakan Mengapa begitu berbeda Mengapa begitu terasingkan Mengapa Tuhan? Mengapa aku tak ditakdirkan seperti mereka? Mengapa aku selalu berada diposisi terpojokkan? Mengapa bumi dan langit tak pernah berpihak kepadaku? Mengapa tak ada satupun yang melihat keberadaanku? Mengapa tak ada kata “adil” dalam kamus hidupku? Mengapa? Tidakkah kau melihat setiap derai air mata yang membasahi pipiku? Setiap senyuman yang penuh kepalsuan Setiap tawa yang penuh kesandiwaraan Kebahagiaan yang tak semestinya.. Kebahagiaan yang memiliki tanda tanya.. Kebahagiaan yang menyembunyikan kerahasiaan Kebahagiaan yang penuh kefanaan Kebahagiaan seperti ini yang tak pernah kuinginkan Kebahagiaan yang selalu menyayat hati hari demi hari Kebahagiaan yang berdiri diatas kegelisahan…