Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Yang Tersesat

Andai kutahu jalan kembali Ku akan kembali secepat mungkin kerumah Rumah yang tidak pernah mengenalkanku arti jatuh tertunduk Sekarang, aku tersesat dalam ruang fana Dimana aku berada? Dia yang bersamaku sedari langkah yang kutinggalkan dari depan pintu rumah Melepaskan ku ditengah jalan, layaknya melepas ikan kecil di luasnya lautan Masihkan mata ini menempel pada tempatnya? Atau memang yang kulihat ini adalah nyata? Sendiri diantara hiruk pikuk 'kesunyian' yang mendera

Kan, Aku Mulai Berharap Lagi

Dan sekarang, Aku mulai lagi menyangkalnya Menyangkal rasa yang ada Aku ingin biasakan hati ini yang selalu menciptakan 'harap' Aku ingin mandirikan hati ini yang selalu menggantungkan asa Mencoba menahan ego dan keinginan hati Berteguh dengan pendirian di hari-hari kemarin Ya, 'hari-hari kemarin' yang sangat jauh dari 'hari kemarin' dan 'sekarang' Kemana pendirianku saat itu? Kenapa hari ini aku berharap lagi?

Harusnya, Aku Biasa Saja!

Hari ini, aku akan mulai biasa saja Melalui hari seperti biasanya Seperti tidak ada apa-apa Akan kututup semua harapan yang mulai bangun satu demi satu Semua seperti tak pantas untukku Memang tak ada tempat bagiku untuk menulis selain diatas kertas ini Diatas hamparan kosong, Tak ada satupun yang dapat menanggung beban yang kubawa selain kertas kosong Biarlah lembaran ini menjadi saksi bisu atas apa yang telah kulewati dan kurasakan Memang tak mudah bagiku untuk bisa melalui hal seperti ini, apalagi sendirian Sepi, dan sunyi Seperti ada hal yang selalu kutunggu Tapi, kuyakini saja Diluar sana entah dimana, pasti banyak sekali orang-orang yang merasakan apa yang kurasakan Namun, yang bisa kulakukan hanya terus bersyukur dan tetap bersyukur Sebelum Tuhan, 'menyapaku' karna terlalu mengejar ciptaan-Nya Aku harus bisa melupakan anganku Dan mungkin bersiap untuk melupakannya Ya, harusnya aku biasa saja!

Haruskah Aku

Haruskah ku, Haruskah ku lawan waktu yang sedang tidak berpihak? Haruskah ku menyerah dengan apa yang ada dihadapan? Haruskah ku biarkan hujan menghapus jejakku? Haruskah ku biarkan angin membawa segala angan? Haruskah ku tatap langit dengan segala ketinggiannya? Haruskah pertanyaan-pertanyaan ini sebaiknya tidak kulontarkan?

Akankah Selalu Begini?

Apakah akan selalu begini? Hanya terdiam dan tersesak saat mendengar namanya? Menyebut namanya? Memikirkan semua tentang dirinya? Apakah tidak ada akhir dari semua ini? Akhir yang tak ingin melukai hati Akhir yang hanya ingin menyunggingkan sebuah 'senyum' Akhir yang tak akan pernah merasakan hal ini (lagi) Dapatkah waktu berpihak pada jiwa tak bertuan ini?